Khusnudzon

Hidup kita hari ini penuh dengan kebohongan dan tipu daya. Kadang kebaikan itu bisa membuat lemah kita. Kadang apatis membuahkan generasi yang lebih masa bodoh menuju ‘masa-dimana-semua-saling-bodoh’. Kecenderungan menjadi orang baik seakan semua bagaikan perilaku dari langit,yang hanya ada pada diri para malaikat yang suci nan bersih.

Ragu dan skeptis. 2 kata yang sama artinya. Skeptis lebih dalam maknanya,namun ragu lebih spesifik pemahamannya. Relasi kata yang tak pernah bisa kita ungkapkan disaat kita berada pada kegalauan dalam pikiran kita. semua telah tertutupi oleh 1 sifat : Su’udzon.

Su’udzon bermakna pada prasangka buruk yang membuahkan pemikiran yang negatif. menjadikan manusia selalu ragu dan skeptis pada apa yang sesungguhnya telah tercipta. sesungguhnya suudzon itu bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu hukum,mencari sebuah rahasia dan fakta yang membuahkan sistematis dan kronologis sebuah teori baru demi kemaslahatan Manusia dan manfaat bagi peradaban.

namun,agaknya Suudzon ini sudah dalam taraf intensitas yang mengkhawatirkan. hal-yang-sudah kembali dibahas,sehingga sistem yang diinduksikan sebagai penyeimbang bagi yang lain menjadi berantakan. menjadi sebuah malapetaka bagi kehidupan kita sekarang dewasa ini.

Khusnudzon,berpikir positif dan sebagai penyeimbang dari suudzon,merupakan satu sifat yang sangat mutlak ada. keteraturan berada pada khusnudzon. energi positif membuat hasil yang lebih positif,membuahkan satu hal yang lebih sistemik dan lebih kredibel.

Khusnudzon pula yang bisa disebut alat pembangun peradaban. tak ada yang mustahil bila semua berpikir khusnudzon.

telah terekam jejak dari su’udzon,antonim mengerikan dari sejarah peradaban masa lalu. kehancuran moral di tingkat hirarki abad pertengahan yang menentang kemajuan sains dan budaya. khusnudzon terhadap ilmu pengetahuan yang sama artinya kezaliman terhadap makhluk tuhan dalam mengungkap satu kebenaran yang berada di alam. bukankah itu yang menjadi represivisme dalam hirarki su’udzon ?? terutama saat itu hirarki middle age tersebut di eropa berada pada selangkangan peraturan gereja yang kaku ??

melihat pada sejarah kita,pancasila yang dijadikan paham yang sangat eksklusif. tertutup. tanpa semangat khusnudzon,mungkin sejak reformasi yang lalu,pancasila telah mengalami End of History (kata-kata dari fukuyama).

satu motor penggerak dari khusnudzon membuahkan sebuah sikap yang inklusif bagi peradaban dalam tingkat sosial dan budaya. inklusif yang sesuai koridor yang menjadika satu sistem terbangun dengan teratur dan konsisten. entah apa yang terjadi dunia ini tanpa khsunudzon.

sejarah banyak mencatat dalam perbuatan khusnudzon. peradaban takkan bergerak tanpa adanya khusnudzon.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s