Politik Hukum Adat dan Masalah Agraria di Indonesia (3)

konflik-tanah-ptpn-ii

Hukum Adat dan Miskonsespi Agraria di Indonesia

            Tibanya orang-orang Eropa (khususnya Belanda, Inggris, Spanyol dan Portugis) ke Nusantara pada dasarnya adalah untuk tujuan perdagangan. Berkembangnya peradaban Eropa menjadi latar belakang bagi kemajuan perdagangan Eropa yang hendak mencari komoditas-komoditas yang layak untuk diperdagangkan di daerah asalnya, khususnya benda yang mereka cari: rempah-rempah. Tujuan pelaut Eropa tidak hanya berdagang tetapi memiliki misi politik-ekonomi merkantilisme masing-masing negara di mana di Eropa, saat itu, mengalami persaingan perdagangan yang signifikan, khususnya empat negara yang telah disebutkan pada awal bagian ini. Tak ayal, masalah perdagangan membawa identitas kejayaan negaranya masing-masing. Siapa yang merajai perdagangan, dialah yang memimpin dan berkuasa. Baca lebih lanjut

Politik Hukum Adat dan Masalah Agraria di Indonesia (2)

prof-cornelis-van-vollenhoven

C. Van Vollenhoven

Penggolongan Hukum dan Rekayasa Sosial-Ekonomi

Teori Boeke yang dalam dualisme ekonominya, meskipun tampak bertentangan, namun sebenarnya masih dalam kesatuan padu yang memelihara status quo sosial ekonomi di Indonesia pra-kemerdekaan. Baik feodalisme dari tatanan politik pribumi maupun kapitalisme merkantilistik (hingga kapitalisme liberalistik berbasis persaingan swasta) telah membentuk tatanan ekonomi yang serba menindas, terutama terhadap masyarakat petani kelas bawah. Utamanya bagi petani kelas bawah, tanah merupakan aset bagi raja sebagai basis politik paling vital dalam memelihara kekuasaan. Robison dalam bukunya, menyampaikan pada nada yang agak kontradiktif bahwa kekuasaan paling penting bagi raja-raja adalah penguasaan terhadap tenaga kerja dibanding tanah. Hal ini disebabkan rasio populasi yang sedikit dibanding tanah sehingga kepemilikan akan tenaga kerja dan penguasaan terhadap populasi begitu penting. Tanah tanpa adanya tenaga kerja menjadi sesuatu yang tidak penting. Baca lebih lanjut

Politik Hukum Adat dan Masalah Agraria di Indonesia (1)

farmer-opinion

Berbicara mengenai masalah agraria maka kita membicarakan ruang kehidupan makhluk hidup yang berdimensi tiga, yaitu tanah, laut, dan udara. Namun dalam konteks hukum agraria secara sempit (dalam permasalahan hukum administrasi), maka agraria selalu berbicara tentang tanah, daratan, atau yang bersifat dua dimensi (panjang dan lebar). Hal ini tentunya mengabaikan aspek-aspek agraria lain secara luas seperti dimensi ketinggian dan kedalaman, juga laut dan udara. Baca lebih lanjut

Kesejahteraan Petani dan Kedaulatan Pangan Indonesia (Strategi Pemerintah Dalam Mengentaskan Kemiskinan Petani di Perdesaan)

0krebszo7e

Permasalahan Umum Pangan Nasional

Apabila kita semua membicarakan pangan, maka permasalahan itu berkaitan langsung terhadap kebutuhan dasar makhluk hidup. Tentu, pangan merupakan sumber energi dan gizi bagi manusia demi kelangsungan­ hidup dan perkembangan fisiknya. Akan tetapi, bagaimana bila pertanian pangan itu sendiri menjadi masalah bagi negeri kita tercinta?

Baca lebih lanjut

Memetakan Pemikiran Hukum dan Ekonomi dalam Konteks Eropa dan Inggris (4-habis)

school-of-athens-detail-from-right-hand-side-showing-diogenes-on-the-steps-and-euclid-1511-1024x682

Alam Pemikiran Barat: Catatan dan Kelemahannya

Telah dijelaskan pada bagian awal, pemikiran yang berkembang di Barat (dalam konteks awal di Eropa) terdiri dari dua aliran pemikiran: Rasionalisme dan Empirisme. Rasionalisme awal berkembang pada pemikiran idealisme yang menekankan pada permasalahan ide dan pemikiran abstrak, yang dikembangkan oleh Plato. Berbeda dengan empirisme yang pertama kali dicetuskan oleh Aristoteles yang menekankan pada kebenaran berdasarkan kenyataan inderawi. Meski begitu, justru Aristoteles mengembangkan metode logika formal yang kelak dikembangkan lebih jauh dalam estafet peradaban Islam terutama di masa Abbasiyah dan Umayyah II dan pemikiran Barat pasca-Renaisans.

Baca lebih lanjut

Memetakan Pemikiran Hukum dan Ekonomi dalam Konteks Eropa dan Inggris (3)

economics20thought20cloud

Peta Pemikiran Ekonomi: Individu dan Kolektif

Dalam subjudul di atas, saya ambil dua kata kunci dalam Peta Pemikiran Ekonomi yaitu individu dan kolektif karena titik fokus dari pemikiran ekonomi tersebut dilandaskan pada dua kata kunci tersebut. Hal ini telah banyak melahirkan beragam mazhab ekonomi seperti yang berkembang sekarang adalah Neo-Liberalisme dan Sosialisme-Demokratis (Sosdem). Bahkan, Franz Magnis-Suseno menggagas negara sosial yang membedakannya dengan Negara Kesejahteraan (Welfare State).

Baca lebih lanjut

Memetakan Pemikiran Hukum dan Ekonomi dalam Konteks Eropa dan Inggris (2)

37

Peta Pemikiran Hukum: Anglo-Saxon dan Eropa Kontinental

Perkembangan metode berpikir dan perdebatan sumber kebenaran pasca-renaisans mengembangkan cara berpikir yang berbeda sama sekali dibanding pada masa pra-renaisans di mana ketergantungan pada asumsi biblikal dan pemikiran spekulatif ala Abad Pertengahan begitu kental dan didasarkan pada ajaran-ajaran gereja yang resmi. Sebut saja pemikiran-pemikiran Augustinus dan Thomas Aquinas. Pemikiran di antara keduanya mengenai negara pada dasarnya sama bahwa kecenderungan untuk membuat negara adalah untuk menjadikan negara sebagai alat untuk membumikan ajaran-ajaran Tuhan, terutama mengenai cinta kasih sesama manusia. Namun, pandangan keduanya mengenai negara berbeda satu sama lain: Augustinus memandang pesimis negara sebagai urussan duniawi yang diperlukan seperlunya saja, dan Thomas Aquinas memandang optimis negara sebagai alat untuk membumikan ajaran-ajaran Tuhan.

Baca lebih lanjut