Apa Kabar Muslim Bosnia

Ini mungkin terilham dari diskusi saya dengan Kakak kelas saya kemarin,mengenai kehidupan muslim di luar negeri ini. Saya tertarik dengan kehidupan muslim di negeri lain selain Indonesia dan arab tentunya. Saya pun mulai bertanya,apa kabar nih dengan Muslim Bosnia.

Di masa lalu,Bosnia merupakan negara mayoritas muslim terbesar yang ada di Eropa. namun semua sirna saat terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap kaum tersebut. Kesalahan mereka akan masa lalu mereka yang kelam serta kehidupan kebahagiaan sekuler mereka menjadikan mereka sadar akan pentingnya kembali kepada fitrah mereka sebagai seorang muslim.

21 tahun berlalu sejak pembantaian Muslim bosnia. kini negeri tersebut sudah kembali kondusif. bila di masa lalu terdengar suara bisingan peluru dan bom serta teriakan kesakitan akibat pedihnya perang kini negeri tersebut sudah menjadi negeri yang damai dan kondusif.

mereka masih menyimpan rasa trauma tersendiri akibat perang yang sangat kelam itu,yang membuat mereka tidak mau jatuh ke 2 kalinya ke lubang yang sama. bisa dilihat,sebelum perang,meski mayoritas muslim,penduduk muslim terlalu sekuler dan sangat duniawi. menurut yang saya baca di internet,bahkan dahulu disana tidak pernah ada adzan serta sholat berjamaah. pengasingan identitas dan fitrah islam mereka hanya dijadikan sebagai identitas yang tercantum di KTP sehingga mereka pun melupakan kewajiban mereka sebagai islam.

strategi penjauhan ini akhirnya mereka terlena hingga mereka mati dalam jauh dari islam maupun mati dalam kesenangan sesaat mereka.

Sekuler dan lain sebagainya yang berhubung kesenangan duniawi yang berlebihan,kini telah mereka tinggalkan demi jiwa mereka yang baru serta menempuh kedamaian yang hakiki dengan tetap memegang teguh islam mereka agar tak seperti masa lalu yang menjadikan islam hanya sebagai identitas.

Kini,masjid-masjid pun telah berdiri kokoh di segala penjuru bosnia. meski bosnia sudah menjadi negara tersendiri,namun hidup mereka masih terbayang akan pembantaian saat itu saat menjadi satu negeri Yugoslavia. Serbia masih membayang-bayangi para muslim ini,menjadi sebuah kengerian diantara mereka.

adzan sudah bisa berkumandang dimana saja. saat yugoslavia masih berdiri,adzan dikumandangkan pun tak diperbolehkan. inilah disaat mereka bebas menjalankan panggilan untuk bisa memenuhi kewajiban mereka sholat jamaah yang sangat mereka rindukan.

rasa persaudaraan mereka pun kini lebih erat dari seorang saudara sekalipun. sebuah hal yang sangat diidamkan oleh muslim bosnia saat mereka berkunjung kepada teman dan kerabat mereka baik yang dekat maupun jauh. Sholat jamaah adalah sebuah sarana dimana kaum muslim bosnia saling mengeratkan tali silaturahmi dan persaudaraan sama lain. bukan hal yang biasa di negeri ini yang sholat jamaah pun sangat sulit untuk ditemukan,kalo ditemukan pun mungkin hanya segelintir orang yang mau berjamaah di masjid.

kesadaran mereka ini menjadikan bosnia menjadi lebih tentram. hubungan kepada Allah maupun kepada manusia sangat mereka jaga sepenuh hati mereka. kesejukkan akan kerelijiusan mereka sangat kental di dalam tubuh mereka maupun di dalam masyarakat mereka. masa kelam yang menyadarkan mereka akibat sekuler mereka,menjadikan mereka lebih memperdalam islam lebih dalam. dituangkan dengan kini para muslimah bisa memakai jilbab dimana pun mereka berada.

sungguh kini muslim bosnia telah berkembang pesat sejak mereka kembali membangun ‘peradaban’ mereka dari kehancuran muslim bosnia pasca pembantaian. pendidikan disana pun sangat berkembang pesat,sudah banyak para doktor yang berasal dari sana. mereka tidak mau lagi memikirkan dari apa yang mereka pikirkan tentang kesenangan. mereka harus berpikir agar jangan seperti masa lalu pula. pendidikan adalah segalanya agar tidak menjadi bodoh,korban dari kenistaan duniawi yang berlebih.

kini mereka telah damai di negeri mereka yang baru,dimana kedamaian akan tetap menghinggapi mereka. semoga saja kejadian bosnia menjadikan hikmah bagi semua kaum muslim di seluruh dunia. masih banyak di dunia yang merindukan islam mereka,seperti Palestina yang kian hari makin sulit beribadah dan berkembang akibat israel. sekuler bukan jawaban yang tepat bagi para muslim,seakan kejadian tersebut mengingatkan ‘sekuler adalah pembunuh pelan-pelan’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s