Refleksi Pemuda 66 Tahun Kemerdekaan RI

waw,udah gak kerasa waktu hidup indonesia udah 66 tahun. artinya inilah momen mengingat lagi kemerdekaan kita,KEMERDEKAAN INDONESIA !!! semua gegap gempita menyambut kemerdekaan ini. mengingat dan menghayati kembali merebut kemerdekaan yang harus didahului dengan konflik antara para golongan muda dan golongan tua,bagaiman para pejuang kita dengan susah payah semalam suntuk merumuskan kemerdekaan yang diidamkan selama 353,5 tahun,serta bagaimana sakit dan perihnya soekarno saat memproklamasikan kemerdekaan disaat dia dirundung penyakit malaria.

agaknya disini kita harus kembali merefleksikan pemikiran dan merenungkan kembali apa yang harus kita perbuat bagi bangsa ini !!

Pemuda sebagai ujung tombak penerus bangsa seharusnya melanjutkan perjuangan yang sudah dipertahankan. Nasionalisme dengan semangat yang terbaru “Nasional.Is.Me” harus lebih ditingkatkan. pemuda lebih diharapkan bisa memotivasi diri untuk lebih memajukan negara ini sebagai ‘negara yang punya wibawa dan terhormat’ di mata semua bangsa.

agaknya disini kita bisa melihat,Nasionalisme dewasa ini sudah bisa dibilang minus etika dan moral. pemikiran mereka menjadikan nasionalisme yang berlebihan,menjadikan nasionalisme ber-transformasi menjadi chauvinistik,terlalu tribalisme,dan akhirnya menyebabkan perpecahan didalam negara sendiri (untuk hal ini anda berfikir sendiri).

Logika dan nalar hendaknya lebih bisa dipakai dalam hal menyelesaikan masalah. Anarkisme yang telah menyebar sebagai penyakit di negeri ini sudah bisa dibilang merenggut kehormatan bangsa di mata dunia. tuntutan dimana pembangunan demokrasi yang telah digojlok sejak berdirinya negeri ini harus tetap berlanjut dan mesti diperbaiki sebaik mungkin. Demokrasi yang begitu rusak parahnya dewasa ini tidak mustahil untuk bisa diperbaiki.

Kecenderungan pemuda yang kini terlalu hedonis dan terlalu apatis dengan keadaan negara dan bangsa sekarang merupakan bukti dimana demokrasi yang kita lihat sekarang sudah sedemikian rusak. sebetulnya ada sebuah opsi yang ditawarkan oleh mohammad hatta yang menjadikan demokrasi menjadi ‘demokrasi ke-indonesia-an’. dikutip dari Moh. Hatta sendiri,’setidaknya demokrasi jangan dijadikan sebuah sistem yang ditelan mentah-mentah’. disini bisa dilihat,mohammad hatta sudah ancang-ancang mengatakan demokrasi bukan barang impor asal jadi,tapi harus diolah sehingga sesuai dengan ‘selera’ Indonesia.

agaknya,pemuda harus lebih peka terhadap perkembangan Indonesia kini,apalagi udah 66 tahun kita merdeka. bukan sebuah kemustahilan jika negeri ini dalam 10 tahun kedepan akan hancur berkeping-keping,bila pemudanya tidak bisa merefleksikan pemikirannnya lebih jauh,dan bisa direalisasikan sesuai dengan yang diharapkan……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s