Jombloers Tahap 2

Oke gua sekarang mau ngelanjutin tulisan kemaren-kemaren tentang nasib jombloers yang selalu dikaitkan dengan kehidupan yang mengenaskan sehingga sering disebut ‘Jomblongenes’ (diambil dari kata-kata @poconggg alias Arief Muhammad).

Kali ini mungkin gua sedang bukan berada dalam keadaan jomblo yang mengenaskan,tapi sedang menggalau dalam hal status gua kali ini yang menurut gua disebut ‘hubungan status setengah-setengah’. udah kayak makan mie ayam setengah porsi tapi ngutang gimana gitu rasanya (abaikan hal ini).

Dulu pengalaman gua sebagai jomblo,pertama kali gua pegat sama cewek gua yang dulu,dunia kerasa mau pecah kayak bisul,mengeluarkan segala nanah kesedihan dan seakan ruang hati pecah kemana-mana. gua galau setengah mampus udah kayak keilangan kolor  mainan bajaj tau gak. iya mungkin itu perihnya yah,habis itu gua membuat kata-kata yang menyedihkan,seakan gua mau mati,kata-katanya represif bersifat subversif yang masif seakan kayak de masip. lebih anehnya gua lebih bersifat frontal dan akhirnya kadang bad mood sama mantan-mantan gua. Tapi alhamdulillah sekarang semua udah baikan dan gak lagi memicu masalah-masalah gara-gara hal yang diatas.

Setelah itu gua mendapatkan sebuah ilham pada saat gua sedang Berak break istirahat. gua banyak ngeliat temen-temen gua diperbudak mau aja disuruh sama ceweknya. gua selalu berpikir kenapa semakin diperbudak padahal temen gua yang cowok itu orangnya gagah dan galak. udah kayak suami takut istri tapi versi lebih kepada remaja atau mungkin suami takut istri the kids (lebih parah dan gak nyambung).

disitu gua berpikir,gua gak mau punya pacar. gua mau bebas,dan gak mau terkekang sama siapapun. mungkin gejolak tua muda gua berkata gua harus jomblo. yah gua jomblo !! (waktu itu).

namun rintangan didepan lebih mengenaskan. temen-temen gua ternyata hampur semuanya punya pacar !!! kupret abis gua bagaikan kalangan minoritas abis. bahkan gua sempet digosipin maho (itu pitnah abis !!!). kampret,iman gua ternyata goyah disitu.

tapi kadang seorang jomblo selalu berpikir ingin mengakhiri status jomblo. jomblo kadang menyiksa tapi kadang mengenakkan. gua selalu berdo’a moga aja gua bisa bertahan. tapi gua mungkin belu bisa mempertahankan.

Gua bahagia abis saat gua jomblo kemaren,gua bisa bebas kemana-mana,bisa berteman dengan siapa saja,dan fitnah itu kadang tak berguna (tapi sekarang fitnah dimana-mana ke gua). gua seakan burung yang bebas saat itu. gua merasa hati menjadi batu,tidak refleks dan luluh kepada siapapun.

mungkin itu pengalaman gua. tahap kedua menceritakan tentang masa jomblo gua. jomblo-jomblo,jangan pernah ciut semangat kalian,karena kalian bebas,kalian dipelihara oleh negara. maka dari itu BANGGALAH *lalu saya pergi*.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s