Intelektualisasi Pemuda

akhirnya gua bisa ngeblog lagi. halo temen-temen,ketemu lagi yah😀

gua pengen nyampein pemikiran gua tentang realitas pemuda kali ini. di zaman kini pemuda adalah ‘bahan bakarnya’ negeri kita. tanpa adanya pemuda,indonesia tak bisa memanaskan diri untuk bertarung lebih keras dalam konteks kemajuan bangsa dan berdirinya negara kita yang tercinta ini.

dari tulisan-tulisan gua kemarin,gua selalu menekankan pemuda dalam hal menjadi ‘pahlawan’ di negerinya sendiri. membangun kesadaran pentingnya negeri ini untuk mencapai kemaslahatan rakyat,umat antar-agama,dan seluruh elemen masyarakat. tapi disini gua terlalu naif. ada satu hal yang dilupakan dalam pembangunan karakter pemuda.

saat ini negara kita selalu bangga dengan besarnya jumlah penduduk kita. bayangin,230 juta meeeen. bisa disebut kita kaya akan sumber daya manusia,melimpah ruah. tapi disini gua harus sadar,kita terlalu menekankan pada kuantitas semata. masih banyak permasalahan dalam kuantitas ini. sepertiga dari jumlah tersebut adalah pemuda. dimana kontribusi pemuda sebagai agen perubahan ???

pemuda saat ini gak usa ditanya. terlalu sibuk dengan hang-out,bermain hape,nongkrong-nongkrong dipinggir jalan. gua selalu miris pada saat gua jalan untuk pergi ke mesjid buat shalat jum’at,banyak orang-orang malah nongkrong. sebagian besar adalah pemuda. kadang ngerokok sambil nunggu yang gak tau apa kepentingannya.

terlalu menekankan pada jangka pendek. jangka panjang dilupakan. ini yang disebut kemirisan tersendiri.

selain itu,kesadaran yang harus kita tekankan adalah daya intelektual untuk para pemuda. nah ini yang harus diperhatikan. intelektualisasi yang pengen gua sebut. akrab di telinga kita kayak islamisasi,pluralisasi,sekularisasi,liberalisasi,sosialisasi. intelektualisasi ini sepertinya beda dari yang lain. beda dari mana ya ??

inteletualisasi adalah proses dalam menyebarkan ‘virus’ intelektual. kebiasaan sekarang dalam konteks pemuda zaman sekarang,gak usah banyak mikir,gas aja terus. ini yang disebut sebagai berpikir dangkal. daya intelektual harus ditekankan,baik dalam mengamati,merenungkan berbagai pengalaman kita,hingga menganalisa kedepannya. bisa dibilang untuk lebih belajar,memaknai hidup dan mengaplikasikan realitas kehidupan dengan lebih baik.

bukan sebuah kemustahilan kalo intelektualitas merupakan alat yang ampuh. tidak memandang kuantitas,tapi memandang kualitas. orang-orang yang berintelektual itu memang sangat sedikit. ini yang bisa disebut sebagai Creative Minority,kaum minoritas yang mampu berkreatifitas. kreasi berpikir adalah salah satunya.

so,jangan takut untuk salah dalam berpikir. banyak buku-buku yang bisa kita baca. pola pikir manusia itu bermacam-macam. kebebasan berpikir yang beradab adalah sebuah anugerah. bukan mustahil negeri kita,bila pemudanya banyak yang berinteletual-ria,mungkin negeri ini melampaui negeri lain.

2 pemikiran pada “Intelektualisasi Pemuda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s