AH…

Teknologi semakin maju. Zaman semakin cepat melahap waktu. Sekarang,semua serba ada. Serba canggih,dan modern. Seirng berjalannya waktu,perkembangan teknologi sudah tak bisa dielakkan dan tak bisa ditahan,selalu berbeda setiap zaman dan dimensi waktu. Kekunoan,tradisional,primitive,semua telah terbasmi oleh satu kata : Modernitas. Kata ‘dulu’ semakin tergerus oleh stigma ketinggalan zaman,kemunduran,dan non-modern.

Tapi apa yang harus kita banggakan dari satu perkembangan dan kemajuan ?? dimensi waktu selalu berubah seiring berkembang dan majunya alur zaman. Tak ada yang bisa menghindar dari takdir tersebut. Kadang ‘maju’ memiliki makna yang kabur. Maju bisa saja mundur. Kata memang tunggal,tapi makna beragam.

Kemajuan selalu berbarengan dengan kemunduran. Satu perkembangan menghilangkan hal-hal lain. Hukum alam. Ya,itulah evolusi. Evolusi tidak seperti revolusi. Bukan hal yang mudah sebagai proses. waktu dan ruang selalu menyelimuti hidup. Hidup penuh proses.

Sepertinya zaman telah terbalik. Bagaikan bumi diatas langit,siapa yang tak mengira kini teknologi semakin memperbudak kita. Ada suatu proses sejarah yang harus kita tempuh. Kita sebagai subjek hingga menjadi objek. Dulu kita subjek benda,kini kita menjadi objek benda. Benda seakan hidup di sekeliling kita. Tak ada yang bisa menghindar. Semua telah terbalik.

Apa yang harus kita usahakan ?? pekerjaan kini dapat dikerjakan hanya dengan menekan tombol,memindahkan tuas atau mengetik satu kata kunci,tekan search,dan bingo. Apa kini kata ‘usaha’ harus berpindah dari makna yang seharusnya ??

Dahulu,semua harus dikerjakan dengan tenaga  yang tak bisa dibayangkan. Mencari ke hutan,mengandalkan fisik,kreativitas dan momen yang tepat. Mengambil contoh pada Militer kita. Dengan otaknya,mereka melawan zaman,melawan keterbelakangan. Musuh yang modern,terhimpit oleh lawan yang primitive-kreatif. Bukan masalah modern atau primitive,ini persoalan akal dan pikiran (dan tentunya ‘usaha’).

Kemajuan teknologi,membuka sebuah lembaran sejarah yang panjang. Kapitalisme,Komunisme,Liberalisme. Mesin membuat peradaban semakin maju,namun apa yang disebut Tan Malaka,menimbulkan Perang dan Persaingan kelas. Kaum Borjuis (pemilik barang produksi) dan kaum proletar saling berebut kekuasaan. Perang kelas menimbulkan konflik yang tak ada hentinya. Trauma dan hanya tersisa putus asa. Kerja keras dijadikan alat sebagai nilai sebuah masyarakat,terutama dalam kasus sistem komunis tentunya.

Disini ada dua hal yang saya dapat. Kerja keras dan Kemalasan kadang ada kerelatifan tersendiri. Kerja keras dapat disebut usaha,namun kerja keras bisa disebut statis. Dunia semakin terbalik,seiring dengan sistem yang dijalankan. Kapitalisme,satu kata beda makna. Usaha seakan sudah terjadi pergeseran arti harfiah.

Menilai sebuah usaha kini mungkin sudah semakin tergeser. Kemalasan bisa diartikan ‘usaha’. Efisiensi dan efektifitas,dua kata yang saling bertaut memiliki makna logika yang dalam. Mungkin ini yang bisa disebut sebagai ‘sistem kerja’. Dua kata ini yang menjadi dasar dari perkembangan teknologi dan permasalahan hidup. Adakalanya perkembangan diatas harus mengeliminasi nilai-nilai tradisi yang sudah ada. Disini makna ‘usaha’ semakin tergeser dari makna asalnya.

Harus kita ketahui,kini usaha telah mengalami perubahan makna. Efisiensi dan efektifitas telah merenggut makna tersebut. Substansi usaha kini telah hilang. Entah di masa depan,aka nada satu kata ‘usaha’ dalam kehidupan keseharian kita. Zaman berjalan maju,dibarengi oleh kemunduran. Mungkin kata ‘Ah’ yang akan mewarnai udara kita yang kian pengap oleh globalisasi,akibat kemalasan kita sendiri…..

Satu pemikiran pada “AH…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s