Tahun Baru : Antara Kembang Api Dan Harapan Yang Skeptis

Hanya beberapa jam lagi,2011 akan berakhir. 2012 akan datang. Gegap gempita dan perayaan besar banyak dipersiapkan di berbagai tempat. pesta akhir tahun. ya,mungkin ini yang dijadikan sebuah perayaan akbar untuk menyambut 2012. Antara percaya atau tidak,sebenarnya kita seperti berada pada dilema.

Tahun baru semenjak dahulu,selalu dirayakan begitu besar dan megah. hampir dari seluruh manusia merayakannya. tahun demi tahun,bulan demi bulan,hari demi hari,jam demi jam,menit demi menit hingga detik demi detik,sepertinya hanya itu saja yang dirayakan. kadang menjadi kebosanan sendiri. Tahun baru hanya disimbolisasikan oleh kembang api. kemeriahan dan keramaian,mungkin itu sedikit mencoreng Tahun baru meski tak kita sadari.

Apa makna tahun baru ?? hanya sebuah perayaan yang gegap gempita dan penuh kembang api serta petasan ?? hanya itu saja ?? saya kira ada yang lebih penting dari itu semua. kecenderungan kita menjadi konsumerisme di Tahun Baru terhadap kemeriahan itu hanya mengikis apa yang akan kita harapkan untuk masa depan. kita tidak tersadarkan,waktu semakin dekat pada episode terakhir.

Layaknya drama,setiap makhluk hidup akan merasakan babak akhir. sepertinya disini kita harus membayangkan waktu dan kematian. semakin dekat dengan kematian,sudah tak ada waktu untuk memperbaiki segalanya.

Selalu teringat oleh sejarah VOC. VOC adalah badan dagang hindia belanda yang setara dengan pemerintahan layaknya negara di negeri kita. mereka adalah penjajah besar yang mengeruk kekayaan negeri kita. apa yang mereka hadapi tepatnya di akhir tahun ?? tepatnya 31 desember 1799,VOC menghadapi kebangkrutan hebat. VOC ditutup. sepertinya ini yang dijadikan pelajaran. Akhir Tahun menjadi sebuah dilema.

sepertinya kita melupakan perenungan. akhir tahun selalu diwarnai oleh kaleidoskop. menurut saya,kaleidoskop diadakan untuk pengingat kita,peringatan untuk perbaikan sesegera mungkin. sepertinya ini yng dilupakan banyak orang diluar sana (terutama saya sendiri).

Harapan,doa,dan resolusi mengalir dari berbagai mulut,kicauan di twitter,dan update status Facebook. entah apa motivasinya,dulu saya juga melakukan itu pada 2010 akhir. saya kira ini kesalahan besar. apa bedanya status dan resolusi,bila hanya untuk menarik minat teman-teman kita,dan akhirnya kita lupa ? kesalahan ini yang akhirnya menjadi tahap awal menuju kegagalan di tahun baru sampai akhir tahun.

berawal dari keraguan dan skeptis,saya hanya bisa berharap dan menyusun resolusi melalui buku catatan saya sendiri. resolusi hanya untuk pribadi. kita simpan untuk tenaga kita dan selalu mengingat untuk mencapai resolusi itu. dan itu mencegah agar tidak kehilangan muka di depan teman-teman kita bila tak tercapai resolusi itu.

entah banyak yang mengingat,merenung untuk perbaikan di akhir tahun,resolusi pribadi yang tak boleh diungkapkan ini dijalankan oleh sebagian teman-teman. tapi semoga kita tidak menjadi orang skeptis dengan resolusi kita sendiri. kadang resolusi diibaratkan kembang api tahun baru,meledak dengan meriah dan indah,selanjutnya hanya abu mesiu yang terbang terlupakan. entah kemana debu harapan itu,hanya debu terlupakan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s