Sekularisasi dan Demitologisasi

Terngiang lagi dibenak kita akan satu permasalahan yang begitu pelik dalam kehidupan masyarakat Indonesia kata “Sekularisasi”. Banyak pihak yang taat akan agama yang banyak menentang dengan ide tersebut,karena dianggap memisahkan agama dari berbagai aspek kehidupan manusia. Di tahun 70-an,cendekiawan muslim terkemuka,Nurcholish Madjid (alm.),mengemukakan ide “pemikiran pembaharuan” di Taman Ismail Marzuki,dengan memiliki tiga aspek : Sekularisasi,Liberalisasi dan Idea of Progress dan Keterbukaan.

Dari tiga aspek diatas,semuanya dinilai kontroversial oleh banyak kalangan. pertama,islam tidak mengenal kata sekularisasi dan liberalisasi. kedua,menurut pemikiran beberapa kalangan,sekularisasi dan liberalisasi hanya membuat umat berada pada ketimpangan dan kebingungan sehingga merupakan sebuah ‘bahaya besar’ bila hal tersebut terlaksana. dan ketiga,umat islam di Indonesia masih belum bisa menerima dan menjalani alur dari gagasan-gagasan yang dikemukakan. terlalu terpaku pada ucapan yang keluar (reaktif) daripada memahami ucapan-ucapan tersebut (proaktif).

Sekularisasi merupakan pemahaman yang paling panas bila kita pikirkan dalam lembaran sejarah orde baru. Perdebatan ini memantik banyak kritik terutama dari Ridwan Saidi yang begitu kontra dengan pemikiran Cendekiawan yang hangat disapa “Cak Nur”.

Dari maksud yang dikemukakan oleh Cak Nur,Sekularisasi yang digagas dan dikemukakan adalah bermaksud pada tumpuan Desakralisasi dan Demitologisasi. apa yang harus kita cabut dan kita eliminasi dari satu hal yang disebut sakral tersebut?

Mengeliminasi dan menghilangkan sifat sakral tersebut berasal dari hal-hal yang berbau syirik dan terlalu mensucikan sesuatu ciptaan Tuhan. ini yang menjadi titik pusat yang dimaksud. dalam pemikiran Cak Nur,tidak relevan suatu makhluk yang menyembah kepada ciptaanNya,padahal ciptaan tersebut menggantungkan dan menyandarkan tasbih dan tahmidnya kepada Tuhan. selain itu,Cak Nur berpikir kemusyrikan merupakan aspek dimana manusia turun derajatnya dihadapan Tuhan dan bahkan dibawah ciptaan-ciptaan lainnya. misalkan seseorang musyrik dengan menyembah suatu pohon,maka derajat manusia tersebut malah lebih rendah daripada pohon tersebut. itu yang menjadi satu contoh bagaiman sikap syirik menjadi hal yang begitu pelik dalam kehidupan manusia.

Demitologisasi memiliki sebuah peranan yang begitu mendalam dalam sejarah kehidupan manusia. Bisa kita ambil contoh pada peradaban Yunani. setiap hari memiliki hari-harinya sendiri untuk menyembah bergiliran kepada dewa-dewa agar mereka selalu dilimpahkan kemakmuran an kesejahteraan. Mitologisasi yang dihadapi adalah hari-hari yang tujuh dari senin (Monday) hingga minggu (Sunday). ada hari dimana harus menyembah dewa bulan,dewa saturnus,dewa venus,dewa merkurius,dewa matahari dan lainnya yang saya tak bisa saya sebut. Berat dan bingung untuk menyandarkan dan percaya secara pasti,kemana arah kita untuk yakin dan imani secara lisan,hati nurani,dan mengamalkannya. Kini hal tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak berkembangnya ilmu pengetahuan dan berbagai fakta telah terkuak sehingga mitologisasi terhenti. Terjadilah gelombang besar demitologisasi dari berbagai aspek. kini sistem hari yang tujuh hanya dipakai sebagai alat praktis dalam menghitung dan memahami jalannya waktu,sehingga hari yang tujuh tersebut terbilang “telah bersih dari kemusyrikan” (meski masih ada problematika yang belum terselesaikan hingga kini).

Tujuan sekularisasi yang dikemukakan Cak Nur adalah memisahkan manusia dari ketergantungan kemusyrikan yang baik bersifat nyata serta semu. Cak Nur memiliki sebuah konsep dimana manusia merupakan manusia yang memiliki sebuah beban berat sebagai wakil Allah di bumi (Khalifah). dari hal tersebut diatas,kiranya kita harus malu kepada Tuhan,telah berbuat sedemikan yang menyakiti diri mereka sendiri,dan Tuhan tidak pernah sakit. Apa yang mereka kerjakan merupakan hasil perbuatan mereka sendiri,dan apa yang mereka tanam itulah yang mereka dapatkan. seharusnya teori timbal balik ini harus kita banyak renungkan,karena dunia ini terdiri dari beberapa proses yang bersifat siklus,bila hanya berada pada kestatisan sikap dan akhlak (sifat alami makhluk yang selalu mencari kebenaran yang hakiki). Hidup merupakan sebuah proses dinamis,sehingga kita tak boleh menyembah kepada sesuatu yang bersifat relatif (apalagi sembahan tersebut adalah ciptaan Tuhan yang bahkan diciptakan untuk dimanfaatkan manusia dan alat pemenuhan kebutuhan).

dari hal tersebut,bisa kita analogikan pada sistem komunis yang terlalu mendewakan pemimpin dan sistem pemerintahan. selain itu berusaha dengan keras lepas dari ketergantungan kepada Tuhan. mereka mengaku atheis,namun sebenarnya mereka menyembah pada sesuatu yang malah lebih memberatkan kehidupan mereka dalam kehidupan peradaban manusia.

Sekularisasi bukan sebuah gagasan seperti memisahkan agama dan negara (meski agama dan negara memiliki kesamaan,namun 2 hal tersebut adalah berbeda). sekularisasi yang dikemukakan Cak Nur merupakan sebuah gagasan pembaharuan yang (mungkin) sejalan dengan Rasulullah yang memisahkan warga jazirah arab dari kesakralan kemusyrikan patung-patung di mekkah di lingkungan kakbah. Dan Rasul membebaskan (liberalisasi) warga jazirah arab dari segala kegelapan menuju kepada titik terang menuju jalan yang Shiratul Mustaqim.

gagasan Sekularisasi yang dipahami bukan bagian sekularisme yang menjadikannya paham tertutup. sekularisasi adalah sebuah jalan pemisahan yang ditujukan dan berjalan secara dinamis menuju arah Syari’ah dan Sistem Islam yang Kaffah dan Hanif. Mungkin kita terlalu Reaktif satu ucapan yang mungkin belum kita gali secara keilmuan,baik dari maksud kitab suci Al Qur’an maupun dari berbagai konteks dalam kehidupan. sepertinya kita harus lebih banyak mengetahui hal mengenai sekularisasi,karena sekularisasi bukan memisahkan Islam dari kehidupan masyarakat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s