Memantik Api Pendidikan

Kita tahu,masih banyak kekurangan dari Negara ini yang belum terselesaikan dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah investasi dasar sebagai modal jangka panjang dalam membangun manusia yang Intelektual dan bermoral. Selain itu,pendidikan (harusnya) dikembangkan oleh Negara agar pelajar atau peserta didik dapat mengembangkan kemampuan dirinya agar dapat menjadi manusia yang berkemampuan dan ahli dalam menangani bidangnya masing-masing. Pembangunan manusia itu (seharusnya) berdasarkan pada keterbukaan akses pendidikan antara lain akses internet yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk pendidikan dan akses buku-buku yang berkualitas agar dapat mengembangkan pikiran peserta didik lebih terbuka dan meluas kea rah yang lebih baik.

Masih banyak tugas pendidikan yang harus dibenahi oleh pemerintah. Masalah ketimpangan social di bidang pendidikan merupakan masalah yang sangat kronis,bahkan mendasar. Mendasar karena pendidikan sudah menjadi ‘tuntutan’ dasar dalam membangun masyarakat dunia yang terbuka dengan segala informasi dan segala pengetahuan yang ada.

Permasalahannya adalah masih banyaknya anak-anak baik di tingkat SD hingga SMA yang putus sekolah akibat tingginya biaya pendidikan,ketertinggalan akses transportasi menuju sekolah,gagalnya pemerintah mendobrak pikiran orang tua yang masih berpikir pendidikan itu tak ada gunanya,hingga kejenuhan peserta didik dalam penyajian system pendidikan yang sangat berbelit dan dinilai berat berdasarkan psikologis masing-masing.

Yang saya kemukakan mengenai system pendidikan yang sangat memberatkan peserta didik. Secara psikologis,remaja SD hingga SMA masih sangat labil. Keadaan stabil peserta didik pada masa pendidikan tersebut adalah disaat ketenangan dan kesenangan telah dirasakan. Artinya,pendidikan yang sekarang seharusnya sangat menyenangkan dan penuh warna. Peserta didik pada dasarnya masih mencari jati diri dan kecocokan dalam mencari bidang yang ingin ia kuasai. Pemaksaan serta berbagai intervensi yang bersifat memaksa merupakan cara yang sangat salah dalam mendidik seseorang. Psikologis seorang anak adalah hal yang sensistif,dapat berubah menjadi contoh yang tak baik dan akan menular di masa depan. Apakah masa depan kita itu harus diwarnai pemaksaan?

Selain itu ujian nasional masih dibawah standar baik secara moral maupun secara teknis pelaksanaan. Seharusnya pemerintah menimbang angka kelulusan. Menurut saya,angka kelulusan belm dibutuhkan di Negara yang masih berkembang menuju kemodernan. Desain pendidikan Indonesia harus secara terarah dan dengan proses yang perlahan namun pasti,sebagai wujud proses menanamkan kejujuran dan cara berpikir yang rapi bagi peserta didik. Selain itu juga,dengan tidak adanya standar kelulusan,bisa dijadikan bahan evaluasi dan sebagai arahan masuk perguruan tinggi. System SNMPTN yang harusnya diterapkan dalam dalam UN,dengan meniadakan campur tangan pemerintah dalam kelulusan (standar nilai kelulusan) dan diganti oleh pihak sekolah yang berhak meluluskan peserta didik dan pihak PTN (atau bisa pihak PTS) dalam menentukan standar nilai masuk Jurusan di PTN masing-masing.

Yang harus ditanamkan pula adalah semangat keterbukaan,jiwa cosmopolitan,toleransi dan etos kerja dalam berilmu. Poin diatas merupakan poin yang ditawarkan oleh seorang cendikiawan muslim,Nurcholish Madjid (alm.),dalam membangun semangat peradaban Indonesia bagi para peserta didik. Selain itu,banyak teman-teman kita yang sudah terdidik secara berpikir,namun tak diseimbangi oleh ketahanan jasmani dan rohani (terutama yang berkenaan dengan pendidikan agama).

Secara tidak langsung,negeri ini lupa akan pancasila sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Pendidikan agama merupakan dasar pendidikan moral yang dapat membangun iman seseorang. Iman yang terbangun akan mengarahkan ilmu kepad amal yang jelas,yang baik dan bermaslahat. Itulah esensi yang saya dapat dalam pemikiran seorang Nurcholish Madjid (yang disapa akrab Cak Nur).

Dengan arah yang jelas,akhirnya iman itu yang menunjukkan arah kemana kita mengamalkan pendidikan yang kita dapat. Dengan kata lain,pendidikan agama merupakan dasar sekaligus penunjuk arah dalam mengamalkan ilmu yang kita dapat dalam pendidikan. Pendidikan agama pula menjadikan kita lebih tahu untuk apa kita mencari ilmu dalam menjalani proses pendidikan,serta menanamkan rasa pasrah kepada Tuhan,dan menanamkan bahwa kita mencari ilmu demi Ridha Tuhan.

Dengan luasnya pendidikan agama sebagai pendidikan moral serta sebagai penunjuk arah,maka sangat penting bagi pemerintah untuk lebih mengkaji bahkan memperdalam kajian ilmu agama di sekolah-sekolah,sebagai bentuk pendidikan peserta didik yang berjiwa pasrah pada Tuhan dan menanam bibit etos mencari ilmu.

Memantik api pendidikan memang bukan perkara mudah. Namun kita masih belum terlambat untuk berusaha kembali memantik api pendidikan itu. Kita masih belum merasakan kehangatan dari api pendidikan itu. Dan sudah seharusnya,kitalah yang harus memulai menyalakan api itu. Dan,perjuangan meraih pendidikan bagi semua teman-teman belum selesai sampai sini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s