Memikirkan Kembali Jalan Islam dalam Ekonomi

wah,sudah lama ya gak nulis di blog ini. tapi disini saya ingin menulis mengenai salah satu (kalo kata anak-anak muda Islam yang Rohis) “ladang jihad” dalam islam,yaitu jalan ekonomi. memang sebagai satu jalan bidang dalam kehidupan kita,bidang ekonomi merupakan hal yang sangat vital. namun dalam perkembangannya,banyak hal yang harus diluruskan dalam ekonomi itu sendiri.

Islam sebagai suatu way of life (dengan kata lain lebih daripada sekedar agama yang okultis dan hanya bersifat sakramen belaka) sudah tentu menggariskan suatu noktah dalam kitab sucinya mengenai arah jalan dalam meniti ekonomi yang stabil. tak hanya itu,ekonomi sebagai bidang dalam kehidupan manusia harus memenuhi kriteria tidak hanya “memanusiakan manusia”,tapi juga menciptakan manusia yang bersemangat karena Tuhan atau semangat rabbani atau lebih dekat kepada pengertian Taqwa.

ekonomi dalam pengertian Islam adalah bagaimana seluruh umat manusia dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari. para ulama masa lalu yang baik (salaf as-shalih) selalu menekankan adanya segmentasi dalam kebutuhan menjadi 3 bagian : adh-dharuriyyah (primer),al-hajiyyah (sekunder) dan tahsiniyyah atau kamaliyyah (tersier). penekanan dalam Islam terutama dalam pemenuhan adh-dharuriyyah.

dari sini kita dapat memandang bahwa segmentasi ini menciptakan sesuatu yang relevan terhadap jaman sekarang. kini ekonomi yang dijalankan dalam Islam pun harus dalam keadaan yang moderat. banyak teori dalam Islam yang memuat mengenai ekonomi. namun,di sebagian sudut negeri kita,masih banyak yang belum mengenal apa itu ekonomi Islam. ekonomi Islam sebagai satu jalan yang pas dan relevan untuk dipikirkan adalah bagaiman kita dapat menempatkan ekonomi Islam itu dalam hal yang amat ilmiah dan mudah untuk dipraktekkan.

sudah banyak teori yang telah dikembangkan oleh para pemikir Islam masa lalu seperti Abu Yusuf,Ibnu Taimiyyah,dan Al-Ghazali. sayang,kita sebagai umat muslim baru menyadari mengenai ekonomi yang dirumuskan “awal” dari para ulama tersebut. ini akibat kurangnya akses dan minat baca terhadap literatur arab serta masih sempitnya pengajaran bahasa arab yang pas. bahasa arab merupakan syarat utama dalam memahami ekonomi Islam. mengapa? karena sumber primer dari ekonomi Islam itu sendiri berasal dari bahasa arab dan bahasa arab dahulu dapat dikatakan sebagai bahasa yang amat luwes nan luas.

selain itu,dalam memahami kembali ekonomi Islam,senantiasa dalam diri seseorang untuk selalu belajar dari manapun. moderasi dalam belajar adalah hal yang bagus mengenai ekonomi Islam. sejujurnya,saya yang baru masuk STEI Tazkia,amat mengagumi ekonomi Islam namun dengan perkembangan yang sekarang,saya melihat masih banyak ketersendatan.

belajar ekonomi Islam pun jangan hanya terfokus pada hal yang berbau kebudayaan arab saja,tapi memandang ekonomi Islam secara multidimensional. Islam adalah agama yang memandang secara multidimensional,sehingga adanya sistematisasi yang harmonis dalam agama dan kehidupan yang tak saling bertentangan. kita dapat belajar ke inggris,singapura,bahkan amerika sekalipun! kini Islam mulai dilirik oleh banyak pihak,terutama barat yang secara baik tersembunyi maupun terang-terangan mengagumi Islam.

ah,ini hanya tulisan. tapi pandangan yang bebas mengenai Islam tapi tentu dengan adab dan etika yang telah digariskan adalah kunci utama dalam memandang Islam secara kaffah,menyeluruh,multidimensional. sebab itu,ekonomi Islam bukan satu sistem isme yang tertutup. jangan ada sistem ekonomi islamisme! tapi ekonomi islam yang terbuka. dan jangan menganggap bahwa ekonomi islam itu baru,karena,seperti yang dikatakan oleh Cak Nur,”itu hanya melanjutkan kembali tradisi peradaban Islam yang dahulu”. menandakan Islam memang memang sesuai dengan zaman dan tempat,tergantung kita,pikiran dan akal kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s